Selasa, 21 Mei 2013

Definisi Dari Jin

Setelah kita mengetahui asal kata jin, maka kompas pemikiran kita sudah mulai bekerja dengan baik menuju kepada obyek yang kita amati. Karena itulah, ada beberapa ulama yang mendefinisikan apa hakekat jin itu. Menurut Dr Umar Sulaiman Al-Asqar, jin adalah makhluk halus yang diciptakan oleh Allah. Ia memiliki potensi dan keajaiban yang tidak dipunyai oleh makhluk lain. Ia bisa bergerak cepat, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya yang jauh dalam sekejap. Ia dapat membawa manusia terbang di udara, menyusup ke dalam tubuh manusia, binatang, pohon-pohon dan lainnya.

Apa dasarnya? Yaitu firman Allah:
 “Ifrit dari golongan jin berkata (kepada Sulaiman): “Saya akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu (singgasana Ratu Yaman) kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Sesugguhnya aku benar-benar kuat membawanya dan dapat dipercaya.” Seorang jin yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab berkata: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terlihat di hadapannya, ia pun berkata: “Ini adalah dari karunia Tuhan-ku ….. [An-Naml (27): 39-40].

Begitu juga dengan keterangan dari Rasulullah saw:
 “Sesungguhnya setan (jin kafir) berjalan cepat dari anak Adam di tempat mengalirnya darah …. “ (HR Bukhari-Muslim).

Begitu perkasanya jin? Tidak juga. Jin tidak mengetahui hal yang gaib, sebagaimana manusia, jin tidak akan mengetahui apakah hari akan hujan atau tidak, nasib manusia esok hari seperti rezeki, jodoh, dan lainnya; jenis kelamin janin, hari kiamat, serta saat kematian.

 “Maka tatkala Kami telah memutuskan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka tentang kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, barulah jin itu tahu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang gaib, tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.” [Saba’ (34): 14].
Dipercaya juga, jin tidak bisa menyentuh tubuh manusia. Bagaimana bisa menyentuh? Jin itu berada di alam sendiri, yang berbeda dengan alam manusia dan alam malaikat. Namun konon ada yang berpendapat, alam jin itu sama dengan alam malaikat. Kalau jin bisa menyentuh manusia, maka dia bisa mencelakakan manusia secara langsung, seperti membunuh manusia, menculik manusia, dan berbagai kerusakan atau bencan lainnya. Sebaliknya manusia juga tidak bisa menyentuh jin, kecuali para rasul yang telah diberikan kekuatan Allah untuk dapat menangkap jin, seperti Nabi Sulaiman dan Nabi Muhammad.
Lalu dengan cara apa jin kafir bisa mencelakakan manusia? Dengan cara menghasut lewat bisikan di dalam hati manusia.
 “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja Manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, dari kejahatan (bisikan) ke dalam hati manusia, dari (golongan ) jin dan manusia.” (An-Naas (114): 1-6]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar